
Gizi buruk pada anak merupakan permasalahan global yang terjadi di seluruh penjuru dunia. Menurut UNICEF, hampir setengah dari semua kematian pada anak di bawah usia lima tahun disebabkan oleh kekurangan gizi. Anak yang mengalami gizi buruk dapat mengalami gangguan pertumbuhan fisik, perkembangan otak, serta gangguan sistem imun tubuh. Bahkan, kondisi emosionalnya pun dapat terganggu. Lalu, apakah hal tersebut bisa diatasi? Yuk, simak informasi tentang gizi buruk pada anak!
Apa Itu Gizi Buruk pada Anak
Gizi buruk adalah kondisi ketika anak tidak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup sesuai dengan kebutuhan tubuhnya. Kekurangan ini membuat berat badan anak berada jauh di bawah standar normal dan pertumbuhannya tidak berjalan sebagaimana mestinya. Dalam jangka panjang, gizi buruk tidak hanya memengaruhi fisik anak, tetapi juga perkembangan otak, daya tahan tubuh, dan kualitas hidupnya di masa depan.
Penyebab Gizi Buruk
Gizi buruk umumnya terjadi akibat kombinasi berbagai faktor. Pola makan yang tidak seimbang menjadi penyebab paling sering, terutama jika anak tidak mendapatkan cukup energi, protein, dan zat gizi penting lainnya. Kurangnya pemahaman orang tua mengenai kebutuhan nutrisi anak juga turut berperan. Selain itu, kondisi kesehatan tertentu seperti infeksi berulang, diare berkepanjangan, atau gangguan penyerapan nutrisi dapat membuat tubuh anak tidak mampu memanfaatkan makanan dengan optimal. Faktor lingkungan dan keterbatasan akses terhadap makanan bergizi juga bisa meningkatkan risiko terjadinya gizi buruk.
Dampak Gizi Buruk Pada Tumbuh Kembang Anak
Dampak gizi buruk bisa dirasakan dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Anak yang mengalami gizi buruk sering kali mengalami hambatan pertumbuhan fisik, sehingga tinggi dan berat badannya tidak sesuai dengan usia. Perkembangan otak pun dapat terganggu, yang berpengaruh pada kemampuan belajar dan konsentrasi. Selain itu, sistem kekebalan tubuh anak menjadi lebih lemah, sehingga anak lebih mudah terserang penyakit. Jika kondisi ini berlangsung lama, risiko munculnya masalah kesehatan di usia dewasa juga dapat meningkat.
Tanda dan Gejala Gizi Buruk
Tanda-tanda gizi buruk sebenarnya bisa dikenali sejak dini jika orang tua lebih peka. Anak dengan gizi buruk biasanya mengalami kesulitan menaikkan berat badan atau bahkan mengalami penurunan berat badan. Tubuh terlihat lebih kurus dibandingkan anak seusianya dan anak cenderung mudah lelah serta kurang aktif. Perubahan perilaku seperti mudah rewel, kurang fokus, dan perkembangan motorik yang lebih lambat juga bisa menjadi sinyal bahwa anak mengalami masalah gizi.
Penanganan Gizi Buruk
Penanganan gizi buruk harus dilakukan secara bertahap dan di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Proses ini biasanya diawali dengan menstabilkan kondisi anak, terutama jika terdapat infeksi atau komplikasi lain. Setelah kondisi membaik, asupan nutrisi diberikan secara perlahan agar tubuh anak dapat beradaptasi. Tahap selanjutnya adalah rehabilitasi gizi, di mana anak mendapatkan makanan dengan kandungan energi dan nutrisi tinggi untuk membantu mengejar ketertinggalan pertumbuhan.
Upaya Pencegahan Gizi Buruk
Gizi buruk dapat dicegah dengan langkah-langkah sederhana namun konsisten. Orang tua perlu memastikan anak mendapatkan makanan bergizi seimbang sesuai dengan usia dan tahap tumbuh kembangnya. Pemantauan pertumbuhan secara rutin juga penting untuk mendeteksi masalah sejak dini. Selain itu, pemenuhan nutrisi pada 1000 hari pertama kehidupan, sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya gizi buruk.
